Kamis, 30 Januari 2014

Menanti Ayah

Beginilah resiko jadi istri yang suaminya kerja lapangan. Maklum, suami bekerja di salah satu perusahaan minyak dan gas di Indonesia. Kebetulan dari awal training hingga penempatan di Sangatta, Kalimantan Timur dan masih hingga saat ini. 

Sejak tadi sore memang udah banyak yang calling suami ke hpnya maupun yang langsung datang ke rumah dinas kami membicarakan tentang program kerja. Suami juga bilang ke aku bahwa malam nanti akan ada cementing alias nyemen. Sebagai Supervisor di lapangan, mau gak mau suami wajib hadir saat program dijalankan. Walaupun dengan begitu harus mengorbankan kebersamaannya dengan keluarga. Namanya amanah, tanggung jawab besar, jadi kudu diprioritaskan. 

Kata suami sih, cementing itu paling cepat 2 jam pengerjaannya. Tapi kalo ada trouble di lapangan, bisa sampai 6 jam baru selesai. Lama banget memang, pernah suami tu berangkat pukul 9 pm baru pulang pukul 2 am. Hiks... Kasian banget harus begadang dia saat itu di lapangan. Kegiatan kayak gini gak tiap hari sih. Jarang banget. Dalam setahun paling 10x kayaknya selama aku tinggal di rumah dinas. Selebihnya, suami selalu pulang sore seperti biasa. 

Suamiku, hati-hati di lapangannya ya... Mudah2an selamat kru semuanya tanpa kendala apapun disana. Selamat bertugas ayaaah... 

We Love You mmmuuuaaach


2 komentar: