Sabtu, 06 Desember 2014
Desember Deg-degan
Sabtu, 12 April 2014
Dua Lembar Biru Penyelamat
Selasa, 01 April 2014
(GIVEAWAY) Ayah, Sang Pendongeng yang Piawai
![]() | |||
| Cover Kumpulan Dongeng Anak Karya Hastira Soekardi |
Kadang suka ketawa sendiri mengingat masa kecil dulu. Senang sekali jika waktu berkumpul sudah tiba karena dongeng time itu yang ditunggu-tunggu sebenarnya. Penasaran dengan cerita-cerita yang akan Ayah kisahkan karena beliau piawai sekali dalam mendongeng. Antusias sekali untuk mendengarkan beliau, terutama suara-suara yang berbeda agar tokoh yang dikisahkan terdengar kentara.
Seringkali saya dan adik-adik berebutan untuk didongengkan. Kisah andalan Ayah antara lain; cerita para Nabi dan Rasul dari Adam as hingga Rasulullah saw, si kancil dan buaya, Gareng dan Petruk, termasuk dongeng karangan ayah sendiri.
Tanpa disadari, banyak nilai dan manfaat yang didapat ketika mendengarkan dongeng. Tidak hanya menstimulus kemampuan berimajinasi dari sebuah kisah, tetapi juga membangun daya pikir lewat pertanyaan-pertanyaan yang timbul terhadap tokoh maupun latar ceritanya. Penasaran pun timbul untuk mengetahui kelanjutan ceritanya, walaupun sudah berulang kali kisah yang sama diceritakan. Hal yang sangat signifikan terasa hingga saat ini adalah tumbuhnya wawasan dan nilai agama pada diri sehingga lebih religius dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dongeng yang Ayah ceritakan menginspirasi saya untuk menulis.
Selasa, 25 Maret 2014
Kini Kumengerti, Mama!
Senin, 24 Maret 2014
Rasa Yang Tak Seharusnya
Kamis, 20 Maret 2014
Dunia: neraka bagi si Kafir, surga bagi yang Mukmin
Jumat, 14 Maret 2014
Abadikan Hidupmu Lewat Tulisan
Senin, 24 Februari 2014
What Dad Means To You?
Minggu, 23 Februari 2014
Selamat Dinas, Sayang...
Selasa, 18 Februari 2014
Penyesalan Yang Tak Berujung
Minggu, 16 Februari 2014
Suddenly, Miss Sangatta Very Much!
Gimana enggak kaget coba! Pas baca beberapa info dari sosial media manapun, imbas dari letusan Gunung Kelud dalam beberapa jam saja udah menyebar luas hingga ke Yogyakarta. Padahal lokasinya di Jawa Timur. Inget banget, pas hari Jumat siang saya menjemur pakaian di belakang rumah mertua. Memang sih cuacanya kayak mendung, tapi ada yang aneh! Langit enggak keliatan awan, tapi mendung. Sekilas saya merasakan kayak hujan, tapi enggak terasa ada air yang menetes. Yah, daripada pulang dengan pakaian basah, saya biarkan aja di jemuran. Toh kalau hujan bisa diangkat lagi.
Masih dengan televisi yang tidak dinyalakan sejak pagi. Waktu itu sore sekitar pukul 5.30 pm. Udah baca sih dari status-status temen yang memberitakan letusan Gunung Kelud. Pas mau ngangkatin jemuran, awalnya biasa aja. Tapi ngeliat bajunya suami yang berwarna gelap, kayak ada abu menempel. Tipis banget memang tapi sangat kentara terlihat. Jangan-jangan...!
Bener aja, pas chatting sama teman-teman via bbm mereka pada bilang kalau pergerakan abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud sudah sampai ke Jawa Barat. Laa ilaahaillallaah... Gimana dengan penerbangan dari Bandung ke Balikpapan? Memang sih suami udah ngecek dari Jakarta (sedang dinas) katanya tiket dari Bandara Husein, Bandung udah sold out. Namun entah kenapa, saya udah curiga kalau Bandara juga bakal ditutup sementara karena abu sudah tebal di sekitar stasiun Bandung (mendapat kabar dari teman via WA). Untungnya suami orangnya cepat tanggap. Saya diminta untuk memesan tiket ke Balikpapan dari Cengkareng.
Astaghfirullaah, ternyata benar. Pas TV dinyalakan ada informasi melalui KompasTV bahwa Bandara Husein, Bandung telah ditutup. Huff, gak perlu was-was karena menurut informasi malah ada penumpang yang hanya 50% dari harga tiket beli yang direfund.
Alhamdulillah Bandara Soetta, Jakarta masih beroperasi bandaranya. Hanya beberapa tujuan yang tidak dibuka terlebih dahulu mengingat kondisi yang belum bisa terbang. Sekarang kami sedang di BNI Lounge sambil menunggu boarding dan menikmati hidangan untuk menghilangkan lapar dan dahaga. Cuacanya saat ini mendung banget diluar, awan tampak gelap dan tadi sempat hujan juga.
Ah, memang Sangatta ngangenin banget. Bersyukur rasanya tinggal walaupun di kawasan remote area, namun terasa nyaman disana.
Sangatta... I'm comiiiiing!!!
Senin, 10 Februari 2014
Selamat Jalan Pak Walikota Banda Aceh, Mawardi!
Kamis, 06 Februari 2014
Bersyukurlah Selama Panca Indera Kita Masih Sehat
Rabu, 05 Februari 2014
Menulis Itu Adalah...
Sudah beberapa hari ini mata saya sembab, kebanyakan nangis. Mata sedikit 'terbuka', hati semakin peka, seluruh indera terpacu. Bukan karena lagi musuhan, bukan juga karena sedang menghadapi masalah, atau malah nangis liat berita di teve. Lebay sekali. Hal diatas saya rasakan gara-gara membaca novel. Bukan Gara-Gara Indonesia. Itu sih buku yang ditulis oleh Mas #AgungPribadi.
Novel karangan siapa tidak penting. Yang jelas, novel ini sedikit banyak memberikan pandangan kepada saya tentang cara menulis. Sungguh membuat saya berdecak kagum. Sehingga membuat saya berkesimpulan bahwa...
Menulis itu sederhana. Sederhana dalam artian luas. Dari novel itu saya bisa katakan bahwa gaya penuturannya sangat sederhana. Mudah dicerna oleh saya yang selama ini buta dengan istilah-istilah sastra. Ide ceritanya juga "simple", berkisar pada kehidupan sehari-hari. Sehingga mudah sekali mengikuti alur ceritanya walaupun dikemas secara acak. Atau dikenal sebagai alur campuran. Intinya juga sederhana, mudah dimengerti.
Yang membuat menarik adalah ketika membacanya serasa menonton film di layar lebar. Seolah nyata. Perasaan yang bercampur-baur, seperti diaduk-aduk. Kesal, marah, bahagia, sedih, terkejut, tertawa. Begitu hidup. Saat bagian yang sedih, tiba-tiba saja mata perih, lalu keluar air hingga pipi basah. Ketika ada selipan humor, tertawa jadi hal yang tak bisa ditahan. Sampai keluar suara. Tiba di bab yang berisi pesan, otomatis kepala manggut-manggut tanda setuju. Belum lagi ceritanya sengaja dipotong-potong, bikin gemes ingin tau kelanjutannya seperti apa. Sampai akhirnya mulut ber, "Oooo, begitu rupanya!"
Menulis itu juga harus jelas pesannya apa. Pembaca tidak mau dikecewakan karena merasa sudah menyia-nyiakan waktu, yang sebenarnya bisa melakukan hal lain yang lebih penting. Singkatnya, harus ada yang membekas di hati. Selain pesan, ceritanya juga harus jelas. Kenal sama tokoh di dalamnya, konsisten dalam setiap penggalan cerita (misal; umur, karakter, dll) dan yang terpenting adalah sebuah cerita harus logis.
Satu lagi menurut saya, tulisan itu harus punya kejutan-kejutan. Membuat pembaca terperangah. Berdecak kagum. Angguk-angguk setuju. Merinding ketakutan atau terharu. Sehingga membuat tidak sabar sampai-sampai gerakan mata saat membacanya jadi begitu cepat. Saking penasarannya.
Tapi ada satu hal yang sulit. Yaitu, memulai menulis. Kalau membaca karya orang lain rasanya koq gampang banget gitu. Rumusnya padahal udah keliatan, tapi begitu jari ingin digerakkan tiba-tiba 'mati ide'. Gak tau mau nulis apa. Padahal yang kita alami selama hidup banyak sekali. Kalau dibukukan bisa jadi warisan berharga buat anak-cucu.
Jadi pesan buat teman-teman, saat menulis jangan lupa unsur-unsur di atas ya... Soalnya kalau saya yang disuruh menulis, maka jawaban saya adalah, "BELUM BISA". -_-
Kamis, 30 Januari 2014
Menanti Ayah
Perjuangan Bayiku
Nyaris Gak Pernah Nonton TV
Rabu, 29 Januari 2014
Menu MPASI: Tragedi Pisang dan Tepung Beras Merah
Minggu, 26 Januari 2014
Kejar Target and Finally I Can Make It!!!
Jumat, 24 Januari 2014
Pengen Blog Punya Rangking Yang Bagus!!!
Itu aja?
O tentu tidak. Saya bisa menemukan banyak pengetahuan tentang dunia kepenulisan dari sana. Menariknya lagi adalah semua anggota KBM boleh memberikan kritik dan sarannya, yang populer disingkat sebagai 'krisan' pada tulisan yang telah diposting. Tujuannya? Untuk perbaikan dan peningkatan mutu keahlian menulis kita. Bukan itu saja, di KBM malah kita bisa memperoleh banyak informasi terkini melalui postingan2 para member serta dapat memperluas link pertemanan dari sekian puluh ribu warga KBM.





