Sabtu, 08 Februari 2014

Teknologi VS Peradaban Manusia

Saya tertarik untuk membahas judul ini karena erat kaitannya dalam kehidupan sehari-hari. Sadar atau tidak, seringkali kita jarang memikirkan hal-hal yang sederhana. Bahkan mungkin menurut sebagian orang, tidak perlu dipikirkan.

Bicara soal teknologi, di era maju seperti sekarang ini bukanlah hal baru. Tidak seperti jaman dulu, tidak semua orang mampu mengakses produk-produk teknologi. Untuk masa sekarang, teknologi tidak hanya mempermudah aktivitas seseorang. Namun lebih dari itu, sudah menjadi kebutuhan dan harus ada. Tidak boleh tidak. Malah ada yang menjadi ketergantungan. 

Mari kita analisa bersama-sama. 

Jika kita melihat generasi saat ini, rata-rata pasti memiliki gadget. Berapa pun harganya, apapun merknya. Dari sekian banyak aktivitas yang menjadi prioritas untuk diselesaikan, seringkali kita nomor duakan jika sudah bersanding dengan jenis teknologi yang satu ini. Fitur-fitur unik, update versi terbaru, aplikasi-aplikasi menarik yang disediakan oleh developer software di dalam gadget, kerapkali membuai penggunanya. Bahkan tidak sedikit yang rela merogoh kocek, berlomba-lomba menjadi yang pertama merasakan kecanggihan gadget terbaru. Begitu pula dengan jenis teknologi lainnya. 

Dilihat dari dampak, tentu ada positif dan negatifnya. Positifnya adalah jarak bukan lagi penghalang. Kalau dulu untuk memberi kabar saja susah sekali, harus melalui surat atau perantara orang lain. Lihat saja sekarang, selama sinyal terang-benderang berada di ujung belahan bumi manapun komunikasi tetap bisa dilakukan. Belum lagi teknologi 'video call' di area 3G, tatap muka hanya dalam hitungan detik saja setelah tersambung. Selain itu, dalam kondisi darurat, teknologi sangat membantu agar pertolongan segera datang. Dan yang paling jelas sekali adalah portable alias bisa dibawa kemana saja. Praktis. Teknologi juga dapat meningkatkan produktivitas kerja, terutama yang aktivitasnya secara langsung membutuhkan alat tersebut agar selesai tepat waktu. Dunia juga terasa kecil karena informasi begitu mudah diperoleh secara online dari seluruh penjuru dunia. Bahkan tidak sedikit yang tersambung kembali tali silaturrahim yang sempat terputus serta mendapatkan jodoh lewat media teknologi. 

Negatifnya adalah membuat manusia cenderung menjadi anti sosial. Menjadikan tatap muka tidak praktis. Bahkan dengan tetangga yang dekat saja tidak tentu setiap hari ketemunya. Dunia maya lebih menarik daripada dunia nyata. Pengaruh yang lain adalah merebaknya kejahatan dan penipuan seperti yang sering kita dapati di berita TV maupun surat kabar. Penculikan, perkosaan, pelecehan acapkali bermula dari penyalahgunaan teknologi. Bahkan korban teknologi tidak dibatasi umur. Dari usia belia hingga yang sudah berumur. Dan masih banyak lagi daftar negatif lainnya untuk dibahas. 

Terlepas dari itu semua, sebenarnya tidak adil juga jika menyalahkan teknologi. Karena secara logika kemudahan ini diciptakan untuk membantu umat manusia. Yang patut disalahkan adalah penggunanya. Hal negatif justru terkuak ketika seseorang menyalahgunakan. Jadi kendali dari pemakaiannya ada pada tangan-tangan manusia itu sendiri. 

Pepatah mengatakan,"Tempatkan sesuatu pada tempatnya". Menurut saya ini juga berlaku dalam menyikapi penggunaan teknologi. Jangan sampai kita dikendalikan olehnya. Justru, kitalah yang harus mengendalikan teknologi. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar